Cendekia Bantu Cerdaskan Bangsa

Sejumlah anak usia sekolah dasar duduk berkelompok. Di lantai satu ada dua kelompok dan di lantai dua ada tiga kelompok. Jumlah anggota di setiap kelompok bervariasi. Ada yang dua orang, tiga orang dan paling banyak lima orang. Setiap kelompok didampingi oleh seorang guru.
Anak-anak itu tampak tekun dengan aktivitas masing-masing. Ada yang sibuk menghafal kosa kata Bahasa Inggris, ada yang asik mengutak-atik komputer, dan di sudut lain terlihat beberapa orang anak sedang dipandu gurunya mengerjakan PR sekolah.
“Pemandangan seperti ini setiap sore dapat dilihat di sini. Di bawah bimbingan guru, anak-anak belajar dengan tekun sesuai mata pelajaran yang diambil,” ujar Yunita Ningsih, S.Pd, Direktur Pusat Belajar Cendekia, saat ditemui Tabangun Aceh di kantor pusat Cendekia Jalan HM. Taher Lueng Bata, Banda Aceh, Selasa (22/11/2011) sore.
Menurut sarjana FKIP Unsyiah itu, tujuan dia mendirikan Pusat Belajar Cendekia semata-mata untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan bangsa. “Meningkatkan mutu pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi juga tanggung jawab elemen sipil lainnya. Dalam hal ini fokus utama Cendekia adalah memberikan pendampingan belajar kepada anak-anak sesuai kurikulum sekolah. Semoga mereka dapat bersaing dengan masyarakat global di masa mendatang,” katanya.
Yunita yang pernah bekerja di beberapa lembaga internasioanl itu mengaku sudah lama ingin berkontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa. Namun ia tidak mempunyai biaya memadai untuk memulainya. Niat suci itu baru terwujud pada 27 Maret 2010, setelah dia mendapat pinjaman dari BPD Syariah sebesar Rp. 50 juta.
“Bermodalkan pinjaman bank, saya mendirikan lembaga ini. Gedung tempat belajar semuanya berstatus sewa dan sebagian meubelair terpaksa dibeli yang bekas. Kami sangat membutuhkan bantuan dari semua pihak untuk kelancaran proses belajar mengajar. Kami sangat berterima kasih jika ada pihak yang mau menyumbang buku-buku bacaan bekas atau meubelair bekas,” harap mantan pengajar di Bimafika itu.
“Pendirian PB Cendekia murni untuk membantu masyarakat. Biaya belajar di sini sangat murah. Sekali pertemuan untuk setiap siswa hanya Rp.10 ribu. Bayangkan jika satu kelompok hanya ada tiga siswa, maka berapa biaya yang terkumpul dan berapa sisanya setelah dibagi untuk jerih guru pendamping,” sambung Yunita didampingi Nurhawani, guru les Bahasa Inggris.
Meski biaya kursus tergolong murah, Nurhawani dan guru-guru lainnya mengaku senang dapat membantu mengajar anak-anak di Cendekia. “Saya merasa senang dapat membantu mengajar anak-anak di sini,” ujar Wani yang tercatat sebagai mahasiswa semester akhir Jurusan TBA IAIN Ar-Raniry.
Berawal dari Jl.HM Thaher, kini PB Cendekia membuka empat kantor cabang, yaitu di Jl.Soekarno Hatta Geuceu Garut, di Jalan Kebon Raja Lamgugob, di Jalan T.Hasan Dek Simpang Surabaya, hingga di Jalan Medan – Banda Aceh, Sp. Geulanggang Tengah Bireun.
Saat ini PB Cendikia memiliki lebih 600 siswa yang tersebar di lima kampus. Sementara jumlah guru mencapai 70 orang. Selain memberikan pendampingan belajar untuk anak-anak SD, SMP dan SMA, PB Cendekia juga menerima paket pelatihan Bahasa Inggris dari instansi pemerintah dan swasta. [hasan basri m.nur]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s