Dinas Pendidikan Latih 2.400 Guru Siaga Bencana

Gambar

Dinas Pendidikan Latih 2.400 Guru Siaga Bencana

Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh mempunyai komitmen sangat tinggi dalam menyiapkan generasi siaga bencana. Hingga saat ini Disdik telah melatih materi kebencanaan kepada lebih 2.400 orang guru SD, SMP dan SMA di 10 kabupaten/kota di Aceh. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama DRR-A UNDP dengan Dinas Pendidikan, Pemerintah Aceh dan Kementrian Dalam Negeri  atas pendanaan Multi Donor Fund. Demikian dikatakan Abdul Aziz, SH, Ketua Sekretariat DRR-A UNDP Disdik Aceh, kepada Tabangun Aceh, Senin (14/5/2012).

            Menurut Abdul Aziz, guru-guru itu dilatih kesiagaan bencana melalui integrasi materi kebencanaan ke dalam mata pelajaran hingga simulasi. “Alhamdulillah, guru-guru itu menyambut baik upaya ini dan mereka sudah mampu mengintegrasikan materi kebencanaan ke dalam mata pelajaran tertentu di sekolah,” katanya saat ditemui di sela-sela kunjungan ke SDN 36 Kampung Laksana Banda Aceh.

            Ungkapan Abdul Aziz di atas dibenarkan oleh Kepala SDN 36 Dra Sabitha. Dia mengakui materi kebencanaan sudah diajarkan di sekolah pimpinannya. Sabitha memanggil tiga orang siswi untuk ditanyai pengetahuan mereka seputar bencana. Ternyata, anak-anak yang dipilih secara acak itu mampu menjawab dan mempraktikkan kesiagaan bencana. Anak-anak itu mengaku mendapatkan materi kebencanaan dalam mata pelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Agama hingga pelajaran Olah Raga.

Selain melatih guru, Disdik juga telah melakukan serangkaian kegiatan siaga bencana untuk siswa SD, SMP hingga SMA. Kegiatan-kegiatan itu meliputi simulasi siaga bencana, penerbitan Buletin Siswa Bicara Bencana, talkshow kebencanaan di televisi, pemutaran iklan kesiapsiagaan bencana di radio dan media cetak.

“Untuk memudahkan guru dalam mengintegrasikan materi kebencanaan, Dinas Pendidikan bersama DRR-A UNDP juga sudah membuat sebuah buku panduan pengintegrasian materi kebencanaan dalam pembelajaran tematik pada jenjang Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah,” tambah Aziz.

Dinas Pendidikan juga sudah membina sejumlah sekolah di 10 kabupaten/kota menjadi sekolah siaga bencana. Untuk wilayah Kota Banda Aceh, Aziz mencontohkan SDN 1, SDN 2, SDN 36, SDN 62, MIN Jambo Tape dan beberapa sekolah lainnya.

Dinas Pendidikan mengakui masih banyak sekolah yang belum sempat dibina masalah kebencanaan. Sementara kerjasama pihaknya dengan UNDP akan segera berakhir pada penghujung Mei 2012 ini. Untuk itu, Aziz sangat mengharapkan agar ke depan kegiatan ini sebaiknya didanai oleh APBA atau sumber pendanaan lain sehingga mampu menjangkau 23 kabupaten/kota di Aceh.

Pendidikan kebencanan bagi anak-anak sekolah sangat penting mengingat Aceh termasuk kawasan yang sangat rawan bencana alam. Dengan adanya pembekalan kesiagaan bencana kepada para guru dan anak-anak di sekolah, maka jumlah kerugian dari sebuah bencana dapat ditekan, bahkan dapat dihindari. [hasan basri m nur]

Iklan