GAMNA Luncurkan Buku Suara Rakyat Aceh

Gema Aneuk Muda Nanggroe Aceh (GAMNA) membedah sekaligus meluncurkan buku berjudul Suara Rakyat Aceh, Senin (6/8/2012) di Asrama Haji Banda Aceh. Buku itu berasal dari tulisan-tulisan terbaik yang diseleksi melalui sayembara beberapa waktu lalu. Dari ratusan karya tulis yang masuk, sebanyak 91 tulisan dinyatakan memenuhi syarat untuk diterbitkan menjadi buku.

GambarBuku itu dibedah oleh Yarmen Dinamika (Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia) dan Prof Dr M Hasbi Amiruddin, MA (guru besar IAIN Ar-Raniry). Dalam bedah buku yang dipandu oleh Muhammad Syuib (Musyu) itu, kedua pembedah memberi apresiasi kepada para penulis dan GAMNA selaku penyelenggara.

“Kalahiran buku ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda di Aceh mempunyai kemampuan untuk menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan. Semangat menulis ini harus dipertahankan. Walaupun terdapat kekurangan dan kesalahan di sana-sini pada saat memulai, tapi pada waktu yang akan datang setelah terbiasa menulis kekurangan itu akan hilang,” kata Prof Hasbi.

Sementara Yarmen Dinamika menganggap buku yang ditulis oleh 91 orang itu sebenarnya terlalu banyak. Tapi di sisi lain, dia mengakui buku yang ditulis secara keroyokan itu mempunyai kemudahan bagi pembaca. “Buku ini seperti swalayan. Kita cukup melihat daftar isi, dan dapat langsung menuju ke counter yang diinginkan untuk dibaca. Tidak mesti membaca bab per bab,” tutur Yarmen.

Menurut Yarmen, terdapat enam kata kunci atau “6-C” yang mesti diperhatikan dalam membedah sebuah, yaitu cover, contect, content (clean, correct), dan clarifikasi. Menurutnya, dari contect, buku ini sangat kontekstual karena diluncurkan di saat Aceh baru saja dipimpin oleh gubernur/wakil gubernur baru. Sementara dari sisi content terdapat beberapa bagian yang kurang serasi seperti ketidakseragaman penggunaan kata, istilah dan juga pemasangan foto di beberapa bab yang kurang serasi.

Buku yang dieditori oleh Teuku Zulkhairi dan diluncurkan oleh Asisten II Pemerintah Aceh Said Mustafa itu direncanakan akan disampaikan untuk menjadi masukan bagi pemerintahan baru di Aceh. Said Mustafa mewakili Wakil Gubernur Aceh menyatakan tertarik untuk membaca buku ini dan akan menyampaikan intisari kepada atasannya. “Tapi akan lebih bagus seandainya GAMNA selaku penyelenggara menyiapkan intisari masukan untuk disampaikan kepada pemerintah,”ungkap Said.

Dari 91 tulisan itu, panitia menetapkan 3 penulis terbaik dan 10 juara harapan. Kepada 13 penulis tersebut diberikan hadiah uang, buku dan sertifikat. Juara I diraih Hasan Basri M.Nur dengan judul tulisan Menanti Pemerintah Pelayan Rakyat, Juara II Sariyulis dengan tulisan Memperkuat Kewenangan Mahkamah Syariah di Aceh, dan Juara III diraih oleh Ibnu Hajar Ibrahim melalui tulisan Membangun Aceh dari Gampong. Sementara 10 juara harapan adalah Hermansyah, Makmur Dimila, Mirza Fanzikri, Muktasim Jailani, Bakhtiar, Zulkifli Hamid Paloh, As’adi Muhammad Ali, Junaidah Munawarah, Marthunis dan Fardelyn Hacky Irawati serta Ir Abdul Qaiyum. [hasan basri m nur]

= = = =

Note: Tulisan ini sudah pernah disiarkan di Tabloid Tabangun Aceh Edisi Agustus 2012.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s