Ke Blang Kejeren? Jangan Lupa Singgah di Ise-Ise

“Untuk fasilitas telekomunikasi, kalau mau dapat signal harus naik ke atas bukit itu,” kata Abdul Wahab, pemilik Warung Timang Rasa Ise-Ise, Gayo Lues

            Blang Kejeren, ibukota Kabupaten Gayo Lues, terletak pedalaman peta Aceh. Kota kecil ini dapat dijangkau dari 2 jalur utama; via Takengon dan via Kutacane. Sementara dua lintas baru melalui Babahrot (Abdiya) dan Lokop (Aceh Timur) masih belum layak pakai.

Selama ini, jalan utama penghubung Aceh pesisir dengan Gayo Lues adalah melalui lintasan lama Takengon – Blang Kejeren yang berjarak 160 kilomter. Ia tidak dapat ditempuh dalam waktu normal 3 jam, melainkan butuh waktu 7-8 jam. Ini tak lain karena kondisi jalan yang sempit, menanjak, berliku dan sebagian besar rusak.

“Jadi, wajar dari Takengon ke Blang Kejeren menghabiskan waktu hingga 8 jam. Lintasan ini juga sering longsor. Kalau lagi musim hujan dan terjadi longsor, kita bahkan bisa bermalam di lembah gunung Leuser,” kata Syamaun (46), yang mendampingi Tabangun Aceh dari Banda Aceh ke Blang Kejeren, Kamis (14/11/2013).

Sepanjang jalan dari Takengon menuju Blang Kejeren dipenuhi pemandangan pegunungan Leuser yang minim pemukiman penduduk. Satu-satunya tempat persinggahan terdapat di Ise-Ise, tepatnya di kilometer 93 dari Takengon. Di sini terdapat rumah makan Timang Rasa. Kalau tidak singgah dan makan di sini, maka bersiap-siaplah menahan lapar hingga 3 jam kemudian.

“Kami membuka warung ini untuk melayani musafir. Warung ini buka 24 jam. Kalau pun di tengah malam warung ini sudah tutup, jangan sungkan-sungkan digedor, kami akan membuka dan melayaninya,” kata Abdul Wahab (42), sang pemilik warung, ramah.

Di warung nasi milik Abdul Wahab tersedia kamar mandi, kios jajanan bahkan tempat istirahat. Di depannya terdapat sebuah masjid dengan persediaan air bening nan sejuk yang melimpah. “Tidak hanya itu, kami juga menyediakan bengkel untuk service kendaraan yang sedang mengalami masalah,” sambung pria 5 anak itu.

Jaringan telepon

Abdul Wahab menambahkan, Ise-Ise yang dihuni 70 KK masih sangat tertinggal. “Fasilitas pendidikan hanya terdapat SD. Kalau hendak melanjutkan SMP harus merantau ke Blang Kejeren atau ke Lumut yang berjarak 6 km di Aceh Tengah. Kalau fasilitas listrik, kami sudah memiliki turbin PLTA,” katanya.

“Sementara untuk fasilitas telekomunikasi, kalau mau dapat signal harus naik ke atas bukit itu,” kata Abdul Wahab sambil menunjuk ke sebuah bukit berjarak sekitar 50 meter dari warungnya.

“Kami menantikan pihak terkait membantu membebaskan kampung kami dari isolasi, terutama jaringan telekomunikasi. Ise-Ise ini kan menjadi tempat pertemuan para pengguna jalan di lintasan Aceh Tengah – Gayo Lues, jadi sangat butuh jaringan telekomunisi untuk menghubungkan mereka,” harap Abdul Wahab.

Walau warungnya terdapat di lembah gunung Leuser, namun disana tertempel banyak atribut calon anggota legistatif (caleg) dan DPD yang berlomba-lomba meminta memilih mereka. Abdul Wahab hanya berpesan agar para politisi itu memenuhi janjinya dan memperhatikan nasib IseIse setelah mereka duduk di kursi empuk nanti. [hasan basri m nur]

Gambar

Kondisi jalan lintas nasional Blang Kejeren – Takengon di Rikit Gaib Gayo Lues

Iklan

2 thoughts on “Ke Blang Kejeren? Jangan Lupa Singgah di Ise-Ise

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s