Pertanggungjawaban Dunia-Akhirat

Oleh : HASAN BASRI M NUR

Seorang pemimpin dapat saja mengelak bertanggungjawab di pengadilan yang dibuatnya sendiri di dunia, tetapi tak akan pernah berhasil mengelabui Pengadilan Tuhan setelah kebangkitan dari alam kubur.

Sesungguhnya setiap manusia adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas semua tindak tanduknya selama menjadi memimpin. Prinsip Islam yang disampaikan Muhammad Rasulullah SAW melalui haditsnya itu tampak selaras dengan tuntutan demokrasi modern. Dalam negara demokrasi telah diatur mekanisme pertanggungjawaban terhadap para pemimpin. Penyalahgunaan wewenang dapat berimbas pada penolakan pertanggungjawaban, bahkan bisa berujung pada hukuman penjara hingga hukum paling berat, hukuman mati.

Seseorang yang mendapat amanah memimpin rakyatnya akan mempertanggungjawabkan kepemimpinannya pada tiga tempat dan situasi. Pertama, pertanggungjawaban kepada negara melalui institusi-institusi resmi. Pada akhir masa jabatannya, presiden mempertanggungjawabkan kinerja kepada rakyat melalui MPR-RI. Begitu juga gubernur mempertangjawabkan kinerjanya kepada lembaga inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hingga melaporkan pertanggungjawaban kepada lembaga DPRD Provinsi. Demikian seterusnya.

Kedua, pertanggungjawaban sosial kepada rakyat di wilayah yang dipimpinnya. Rakyat senantiasa mengikuti sepak terjang sang pemimpin mereka, mereka mencatat dan mengingatnya. Rakyat memperoleh informasi mengenai kinerja pemimpinnya melalui kontak dengan lembaga pemerintah, kabar dari mulut ke mulut dan laporan media massa. Secara formal rakyat biasanya tidak menuntut pertanggungjawaban hukum walau seharusnya dapat digugat melalui gugatan class action ke pengadilan seperti yang terkadang dilakukan oleh lembaga advokasi rakyat. Akan tetapi, di balik itu, rakyat kerap membicarakan kinerja pemimpinnya melalui diskusi di kalangan kelompoknya. Tidak hanya itu, ketika seorang pemimpin yang dianggap gagal apalagi kalau pada masa kepemimpinannya dulu sempat bersikp ego, sombong, dan arogan, maka ketika yang bersangkutan tidak lagi duduk dalam kekuasaan dan kembali hidup dalam masyarakat, biasanya bekas pemimpin akan mendapat sanksi sosial seperti mendapat cemoohan. Oleh sebab itu, sanksi sosial ini patut direnungkan agar tidak menyesal di akhir hidupnya dalam masyarakat kelak.

Ketiga, pertanggungjawaban kepada Sang Pencipta. Walaupun seorang manusia dapat mengelak bertanggungjawab melalui beragam tipu muslihat sehingga tidak ada celah untuk menjeratnya secara hukum di muka bumi, tapi sesungguhnya malaikat-malaikat Allah mengetahui dan mencatat dengan seksama segala tindak tanduk manusia. Semua catatan malaikat akan disajikan di hadapan Pengadilan Tuhan di hari akhir. Semua anggota tubuh diri sendiri, termasuk lidah dan hati, akan menjadi saksi atas segala perbuatan selama yang bersangkutan menjadi pemimpin di dunia. Inilah pengadilan akhir untuk mempertanggungjawabkan segala bentuk tindakan manusia selama menjadi khalifah di muka bumi. Vonis dari pengadilan ini dipastikan sangat adil, bebas tipu daya, dan tentunya akan berujung pada dua opsi; masuk surga atau neraka. Pemimpin yang baik dan amanah akan masuk ke surga, sementara pemimpin jahat, zalim dan diskriminatif akan masuk ke dalam neraka. Pertanggungjawaban hakiki di depan pengadilan akhir milik Tuhan Sang Pencipta ini wajib menjadi pertimbangan bagi pemimpin dalam bersikap dan membuat  kebijakan di muka bumi, sehingga terhindar untuk bersikap zalim dan khianat.

Dengan merenungi tiga tempat pertanggungjawaban di atas, maka sejatinya seseorang pemimpin tidak akan berani mengkhianati rakyatnya selama masa kepemimpinannya. Seorang pemimpin dapat saja mengelak bertanggungjawab di pengadilan yang dibuatnya sendiri di dunia, tetapi tak akan pernah berhasil mengelabui Pengadilan Tuhan setelah kebangkitan dari alam kubur. Semoga!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s