Bener Meriah – Lhokseumawe Tembus 2 Jam

“Masih terdapat sekitar 12 km lagi yang belum teraspal. Di situ agak sulit dilalui, masih tergeletak bebatuan ukuran besar di badan jalan. Kami berharap agar ruas jalan ini dapat dirampungkan dan diresmikan akhir tahun ini,”

  • Awaluddin , petani merangkap pedagang hasil alam (muge) di Bener Meriah.

“Kami masyarakat Bener Meriah sangat bersyukur atas pembangunan jalan. Apalagi kondisi jalannya sangat bagus, mulus. Dibanding jalan lama via Bireueun, kondisi aspal di ruas jalan Bener Meriah – Simpang KKA jauh lebih bagus,”

Syamsuddin, pegawai Bappeda Bener Meriah.

= = = = = = =

“Anak saya kuliah di Politeknik Lhokseumawe. Kini saya dapat setiap minggu menjenguknya, hanya butuh waktu dua jam sampai di sana,” Syamsuddin mengawali pembicaraan dengan saya, Kamis (13/8/2015).

Syamsuddin (52) adalah warga Bener Meriah yang berprofesi ganda. Selain tercatat sebagai pegawai Bappeda Kabupaten Bener Meriah, dia juga memiliki dua lahan perkebunan, yaitu kebun kopi dan kebun pisang. “Hampir semua penduduk Bener Meriah mempunyai kebun, tani sudah identik sebagai profesi penduduk dataran tinggi Gayo,” kata Syamsuddin.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan yang sangat gencar dilakukan Pemeritahan Zikir di wilayah Gayo sangat mendukung bagi pertumbuhan ekonomi petani. Mudahnya akses dari kebun ke pusat pemasaran ikut menghemat biaya produksi. Selain itu, hasil kebun akan cepat tiba di pasar dalam kondisi segar yang membuat harganya tetap tinggi.

“Dengan dibangunnya jalan Bener Meriah – Simpang KKA, petani dapat dengan mudah memasarkan hasil kebunnya ke Lhokseumawe. Biaya pengiriman barang menjadi lebih murah yang dengan sendirinya ikut meningkatkan pendapatan petani,” kata Syamsuddin yang memiliki kebun pisang di lintasan Bener Meriah – Simpang KKA.

“Kami masyarakat Bener Meriah sangat bersyukur atas pembangunan jalan. Apalagi kondisi jalannya sangat bagus, mulus. Dibanding jalan lama via Bireueun, kondisi aspal di ruas jalan Bener Meriah – Simpang KKA jauh lebih bagus,” sambungnya.

Hanya saja, kata Syamsuddin, masih terdapat beberapa km lagi dari total 100 km yang belum diaspal. “Kondisi di ruas yang belum diaspal ini sangat sulit dilalui kendaraan, terutama mobil pribadi,” katanya.

Berharap diresmikan tahun ini

Senada dengan Syamsuddin, seorang pemilik kebun yang merangkap pedagang hasil kebun (muge), Awaluddin (48), juga ikut bersyukur atas semakin membaiknya ruas jalan Bener Meriah – Simpang KKA.

Alhamdulillah, pembangunan jalan ini membawa berkah bagi kami pemilik kebun,” kata Awaluddin saat ditemui di lintasan jalan Bener Meriah – Simpang KKA, Kamis (13/8) sore.

“Masih terdapat sekitar 12 km lagi yang belum teraspal. Di situ agak sulit dilalui, masih tergeletak bebatuan ukuran besar di badan jalan. Kami berharap agar ruas jalan ini dapat dirampungkan dan diresmikan pada akhir tahun ini,” harap Awaluddin. (hasan basri m nur)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s