Dana Otsus Muluskan Hubungan Takengon – Nagan

“Dulu butuh waktu dua hari untuk pulang ke Nagan. Naik bis di Takengon pada pagi hari dan sampai di Banda Aceh malam hari. Menginap di Banda satu malam dan besoknya baru berangkat lagi via Meulaboh,”

  • Ibnu Hasan (70), Warga Celala, Aceh Tengah

LETAK geografis Kabupaten Aceh Tengah dengan Kabupaten Nagan Raya sangatlah dekat, hanya hitungan puluhan kilometer. Namun, selama ratusan tahun hubungan dekat ini terasa amat jauh, disebabkan tak ada akses jalan yang menjadi penghubung kedua daerah ini.

“Dulu saya membutuhkan waktu dua hari untuk pulang ke Nagan Raya. Naik bis di Takengon pada pagi hari dan sampai di Banda Aceh malam hari. Menginap di Banda satu malam dan besoknya baru berangkat ke Nagan via Meulaboh,” kenang Ibnu Hasan (70), kepada Tabangun Aceh yang ditemui di warungnya di Paya Kolak, Kecamatan Celala, Aceh Tengah, Kamis (13/8).

Ibnu Hasan adalah warga Nagan Raya yang sudah menetap di Celala, Aceh Tengah, sejak puluhan tahun silam. Alasan dia menetap di Celala karena saat itu dia jatuh hati pada gadis Gayo dan memutuskan untuk menikahinya pada tahun 1965.

“Pada tahun 1991 PT. Boswa membuka akses jalan ke Beutong Aceh, Nagan Raya. Tapi kondisinya sangat jelek dan sulit dilalui kendaraan biasa. Maklum namanya jalan juga jalan proyek,” kata Ibnu Hasan.

“Sekarang jalan ke Nagan sudah sangat bagus. Setiap hari sudah sudah ada angkutan umum L-300 yang melayani trayek Aceh Tengah – Nagan Raya, Aceh Tengah – Abdya hingga Aceh Tengah – Tapak Tuan dan Subulussalam,” katanya.

Ditambahkannya, sekarang setiap hari ada aktivitas timbal balik ekonomi. “Dari Gayo pedagang mengangkut sayur ke Nagan. Sebaliknya pedagang dari Nagan dan Blang Pidie membawa ikan laut ke sini. Kami sudah mudah menikmati ikan tangkapan dari laut,” kata Ibnu Hasan.

Selain itu, Ibnu Hasan mengaku gembira karena dapat dengan mudah untuk mudik ke kampung halamannya di Nagan. “Saya baru kemarin balik dari Nagan. Sekarang cukup dua atau tiga jam untuk sampai di sana. Bahkan, bisa pulang pergi dalam satu hari,” terang Ibnu Hasan dengan mimik wajah ceria.

Menurut Ibnu Hasan, jarak dari Celala ke Beutong Ateuh sekitar 37 km. Dari dari Beutong ke Nagan sekitar 35 kilometer.

Tanpa perawatan

Amatan Tabangun Aceh, jalan penghubung Aceh Tengah – Nagan Raya sudah bagus, bahkan di beberapa bagian tergolong mulus. Ruas jalan yang baru diaspal terlihat sangat mulus. Meski begitu, terdapat beberapa lubang di ruas aspal yang lama.

Selain itu, terdapat beberapa titik longsor di bekas belahan gunung. Tanah longsor itu dibiarkan menutupi saluran air dan sebagian badan jalan. Tak terlihat upaya pembersihan tanah longsor. Menurut warga setempat, unggukan tanah longsor itu sudah lama tergeletak di situ.

“Jalan itu (Aceh Tengah – Nagan Raya, red) mesti dirawat. Sangat disayangkan kalau tak ada perawatan,” kata Iskandar Roby, Wakil Ketua KNPI I Kabupaten Aceh Tengah, saat ditemui Tabangun Aceh, di Takengon, Kamis (13/8). (hasan basri m nur)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s