Terbengkalai, “Kurok-kurok” Jepang di Sigli

Desa Benteng terletak sekitar 1 km dari pendopo bupati Pidie. Desa ini menghadap Selat Malaka. Banyak benteng peninggalan Jepang di sini tergelak begitu saja, tak terurus.

==

“Masyarakat setempat menyebut benteng pertahanan Jepang ini sebagai kurok-kurok,” Dr. Husaini Ibrahim, MA, arkeolog Unsyiah.

Kurok 2

Benteng pertahanan Jepang

Kurok-kurok Jepang di Desa Benteng Sigli

Pendudukan Jepang di Indonesia, termasuk di Aceh, pada 1942-1945 meninggalkan sejumlah benda bersejarah. Diantara bangunan bersejarah itu adalah benteng pertahanan yang dibangun di beberapa tempat strategis di pesisir pantai. Benteng pertahanan ini dibangun Jepang untuk mengantisipasi adanya serangan balik dari pihak luar, terutama Belanda yang baru terusir dari Indonesia.

Di Kabupaten Pidie, benteng pertahanan sangat banyak dibangun tentara Jepang di pesisir utara. Bahkan ada satu desa di Kota Sigli diberi nama Desa Benteng. “Masyarakat setempat menyebut benteng pertahanan Jepang ini sebagai kurok-kurok,” ujar Dr. Husaini Ibrahim, MA, arkeolog Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang secara khusus mengunjugni benteng peninggalan Jepang di Desa Benteng, Sigli, Senin (28/9/2015).

“Penamaan kurok-kurok karena bangunan ini bentuknya mirip sarang binatang yang kerap melindungi diri dengan menggali tanah atau pasir”, sambung Ahmad Zaki, mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry yang ikut dalam delegasi yang dipimpin Husaini Ibrahim.

Desa Benteng terletak sekitar 1 kilometer dari pendopo bupati Pidie. Desa ini menghadap Selat Malaka. Jika anda menyusuri pantai di desa ini akan ditemui banyak benteng peninggalan Jepang yang tergelak begitu saja, tak terurus. Sebagian telah ditutupi semak belukar, ada pula yang telah terkubur setengah badan.

Tidak hanya itu, diantara benteng-benteng itu bahkan ada yang telah hancur. Yang hancur diduga karena ada pihak yang hendak mengambil besi dari struktur bangunan. Ada pula bangunan benteng yang bagian kanopinya di tempat mengintai telah rusak.

Begitulah. Bangunan-bangunan bersejarah terbengkalai, tak ada perawatan. Munurut Dr Husaini Ibrahim, benteng-benteng ini seharusnya didata untuk selanjutnya direstorasi dan dapat menjadi objek wisata.

“Benda-benda ini memiliki nilai sejarah yang tinggi dan sudah memenuhi syarat untuk diusul sebagai Benda Cagar Budaya karena usianya sudah melewati 50 tahun dan mewakili satu zaman,” kata Husaini yang saat ini sedang memimpin penelitian pertapakan Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Krueng Raya, Aceh Besar.

Selain itu, kata arkeolog yang juga Direktur Pusat Studi Ilmu Sosial dan Budaya Unsyiah ini, benda-benda itu dapat menjadi objek wisata. “Selain punya nilai sejarah tinggi, kurok-kurok Jepang ini memiliki daya tarik wisata,” kata Husaini Ibrahim.

Kabupaten Pidie yang minim objek wisata kiranya dapat mengelola kurok-kurok ini dengan baik. Jika ini dikelola, akan didapat dua keuntungan sekaligus, yaitu perawatan benda bersejarah sekaligus menjadi objek wisata.

Akan lakukan penelitian

Sementara itu, Ahmad Ziadi, mahasiswa jurusan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada FAH Ar-Raniry yang ikut dalam rombongan Dr Husaini Ibrahim mengatakan, dirinya tertarik untuk mengajukan proposal penelitian tentang kurok-kurok Jepang untuk skripsinya.

“Sepertinya, ini cukup menarik dan menantang. Kurok-kurok ini dapat dilihat dari berbagai aspek dan saya mau menyorot aspek perawatan Benda Cagar Budaya. Mudah-mudahan saya bisa mengajukan persoalan ini dalam seminar proposal penelitian skripsi akhir tahun ini,” ujar Ahmad Ziadi didampingi Kamal Kurnia Hasan, siswa MTs Oemar Diyan Indrapuri dan Kautsar Zuhri, santri MUQ Pagar Air, yang ikut dalam rombongan. (hasan basri m nur)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s